12 Gudang Bulog di NTT Rusak Imbas Diguncang Gempa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa 12 dari sekitar 46 gudang Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat gempa bumi. Namun, kerusakan hanya terjadi pada bagian dinding, sehingga stok beras tetap aman. Beberapa gudang di wilayah Ruteng rusak cukup parah, menyebabkan kapasitas penyimpanan turun. Untuk menjaga keamanan stok, Bulog memindahkan beras ke tenda milik BNPB dan TNI, serta menaruhnya di atas palet agar tidak rusak akibat air. Bulog juga menugaskan kepala cabang di Ruteng untuk menyalurkan beras yang dipindahkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Stok beras Bulog di NTT saat ini mencapai 26.336 ton, dan akan diperkuat melalui mobilisasi nasional (mobnas) sebanyak 67.446 ton dari Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan NTB. Dengan tambahan ini, total stok diproyeksikan mencapai 93.782 ton. Bulog memperkirakan kebutuhan beras di NTT sekitar 46.368 ton, termasuk bantuan bencana alam sebesar 1.890 ton dan alokasi bantuan pangan Presiden selama tiga bulan sebesar 25.578 ton. Setelah memenuhi kebutuhan tersebut, masih tersisa cadangan sekitar 47.414 ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.30
Diguncang Gempa, 12 Gudang Bulog di NTT Rusak
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 12.32
ESDM Buka 3 Posko untuk Bantu Warga Terdampak Gempa NTT
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 11.33
Dedi Mulyadi Menyalurkan Bantuan Rp 4 Miliar Kepada Korban Bencana di NTT
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 09.15
Bulog Siagakan 93.782 Ton Beras untuk Penanganan Bencana NTT
Berita terkait
Bulog Siapkan 40 Ribu Ton Beras untuk Korban Gempa Flores NTT
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.34
Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.47
Pemerintah Terbangkan Lagi 6 Pesawat Angkut Bantuan ke NTT-Kalimantan
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 08.16
Mahasiswa UI Ikut Gibran ke NTT, BEM Bongkar Fakta Mengejutkan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 07.05