Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

32 SPBU di Flores Sudah Beroperasi Usai Gempa

Pasokan BBM dan LPG di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang dipulihkan secara bertahap setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Menurut VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dari total 52 SPBU di Flores, 32 SPBU telah kembali beroperasi, sementara 20 SPBU lainnya masih belum beroperasi akibat dampak bencana. Kendala utama yang menyebabkan SPBU belum beroperasi antara lain pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, serta kondisi lingkungan yang mas masih terdampak gempa. Beberapa SPBU yang sarana dan fasilitasnya aman belum dioperasikan karena operator menunggu penilaian keselamatan dan antisipasi gempa susulan.

Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan. Distribusi BBM dilakukan menggunakan mobil tangki dengan pengamanan ekstra, terutama pada jalur yang terdampak longsor. Sebanyak 20 SPBU yang belum beroperasi akan segera dipulihkan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Untuk wilayah Manggarai, dua SPBU mengalami kerusakan sarana di area pengisian. Masyarakat dapat memanfaatkan SPBU lain di wilayah tersebut seperti SPBU 54.86.501, 54.86.503, dan 54.86.509.

Di sisi lain, lima agen LPG di Flores masih beroperasi dengan kondisi sarana yang aman, dan stok LPG terus dipantau serta disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk minyak tanah, 12 agen terdampak bencana, dan distribusi terhambat akibat kondisi Fuel Terminal (FT) Reo yang terkendala serta akses jalan yang terdampak longsor, seperti Jalan Reo-Ruteng, Jalan Trans Flores ruas Ende-Bajawa, dan Jalan Trans Marapokot. Penanganan longsor masih berlangsung menggunakan alat berat, dan kondisi jalan dapat berubah sewaktu-waktu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait