43 Titik Perlintasan Kereta Api Sebidang Berisiko Tinggi Kecelakaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336866/original/043456600_1788188523-1000426169.jpg)
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat ada 43 titik perlintasan sebidang dengan risiko tinggi dari total 1.214 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemetaan risiko ini dilakukan untuk mengatur prioritas penanganan berdasarkan karakter lalu lintas, status perlintasan, lingkungan, dan intensitas perjalanan kereta. KAI menetapkan 190 titik prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang pada 2026 di sembilan Daop dan empat Divre, dengan progres 77,37 persen atau 145 titik telah direalisasikan hingga 25 Agustus 2026. Program ini mencakup pembangunan fasilitas keselamatan, rumah penjaga, rambu, alat keselamatan, dan perangkat komunikasi. KAI juga telah menutup 172 lokasi perlintasan sebidang yang masuk target program. Total perlintasan sebidang di wilayah operasional KAI mencapai 3.674, terdiri dari 1.864 perlintasan dijaga, 907 tidak dijaga, dan 903 tidak terdata/tidak dijaga. Dari jumlah tersebut, 1.810 perlintasan menjadi fokus penanganan peningkatan keselamatan, dengan 1.404 di antaranya ditetapkan sebagai target berdasarkan verifikasi lapangan.
Bagikan
Berita terkait
KAI Kebut Benahi 190 Perlintasan Sebidang, Progres Konstruksi Sentuh 77%
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.47
Mulai 1 Oktober, KA Argo Muria, Sindoro, dan Merbabu Berganti Nama
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.30
Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Dorong Pelanggaran dan Kecelakaan Turun
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 10.28
Sempat Tertahan Imbas Demo, KRL Green Line Beroperasi Terbatas
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.07