Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

72% Perusahaan Global Buru Kas yang Terjebak di Rantai Pasok

Laporan Citi Institute dan Citi Services menunjukkan bahwa 72% perusahaan global menjadikan pelepasan likuiditas yang terjebak di rantai pasok sebagai prioritas strategis dalam 12 bulan ke depan, naik dari 66% pada awal 2026. Sebanyak 64% responden menganggap identifikasi likuiditas terperangkap sebagai faktor utama dalam penyusunan strategi modal kerja, meningkat dari 55% pada awal tahun yang sama. Pergeseran ini mencerminkan perubahan fokus perusahaan dari sekadar memperkuat rantai pasok melalui diversifikasi pemasok ke bagaimana kas di sepanjang rantai pasok dapat lebih cepat dimanfaatkan.

Pergeseran fokus ini terjadi saat tekanan rantai pasok masih tinggi akibat konflik Timur Tengah dan harga minyak yang tinggi, yang menyebabkan Global Supply Chain Pressure Index (GSCPI) Citi berada pada level tertinggi sejak 2021-2022. Di sisi lain, perdagangan global masih tumbuh dengan arus pembayaran meningkat 40% secara tahunan pada semester I 2026. Distribusi jalur perdagangan juga berubah, dengan ekspor kendaraan dan suku cadang dari Cina ke Amerika Utara menurun dari sekitar sepertiga menjadi 13%, sementara pangsa Afrika meningkat dari 8% pada 2022 ke lebih dari 15%.

Adoniro Cestari, Global Head of Trade and Working Capital Solutions dari Citi Services, menyatakan bahwa percakapan perusahaan kini beralih dari topik ketahanan melalui diversifikasi ke pertanyaan tentang di mana kas tersimpan dan seberapa cepat kas tersebut dapat dimanfaatkan. Menurutnya, arus perdagangan, investasi, dan pembayaran masih tumbuh melalui pasar dan koridor yang berbeda.

Berita terkait