871 Kg Sampah Plastik Disulap Jadi Furnitur hingga Tasbih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebanyak 871 kilogram sampah plastik telah diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, dan tasbih melalui Program Rumah Hijau Nusantara yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama mitra di Kota Cilegon, termasuk Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustanaiyah Cilegon. Bank Sampah Al-Bustanaiyah menerima bantuan peralatan seperti mesin pencacah, mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven untuk mendukung proses pengolahan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dan mengembangkan pasar bagi produk daur ulang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin, menekankan pentingnya penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan memiliki nilai ekonomi dan pasar berkelanjutan, serta potensi kerja sama dengan Dinas Koperasi untuk pemasaran. Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menyatakan bahwa sampah dapat menjadi sumber daya bernilai jika dikelola dengan baik, dan PGN berkomitmen mendukung ekonomi sirkular berbasis masyarakat dengan menjadi penghubung offtaker bagi produk bank sampah melalui program pendampingan UMKM.
Bagikan
Berita terkait
Dari Sampah Jadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.31
Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Teknologi Tepat Guna Dorong Kelurahan Gedog Jadi Sentra Ekonomi Sirkular dan Produk Inovatif
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21
Beri Dampak Ekonomi Hingga 200 Juta Per Tahun, Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.41