Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

871 Kg Sampah Plastik Disulap Jadi Furnitur hingga Tasbih

Sebanyak 871 kilogram sampah plastik telah diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti furnitur, tempat tisu, gantungan kunci, dan tasbih melalui Program Rumah Hijau Nusantara yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama mitra di Kota Cilegon, termasuk Pemerintah Kota Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustanaiyah Cilegon. Bank Sampah Al-Bustanaiyah menerima bantuan peralatan seperti mesin pencacah, mesin extruder, cold press, scroll and table saw, serta oven untuk mendukung proses pengolahan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dan mengembangkan pasar bagi produk daur ulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Malyudin, menekankan pentingnya penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan memiliki nilai ekonomi dan pasar berkelanjutan, serta potensi kerja sama dengan Dinas Koperasi untuk pemasaran. Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menyatakan bahwa sampah dapat menjadi sumber daya bernilai jika dikelola dengan baik, dan PGN berkomitmen mendukung ekonomi sirkular berbasis masyarakat dengan menjadi penghubung offtaker bagi produk bank sampah melalui program pendampingan UMKM.

Berita terkait