92 Ribu Lebih Mengungsi, BNPB Akui Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT Belum Sepenuhnya Terpenuhi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui kebutuhan dasar pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sepenuhnya terpenuhi. Jumlah warga yang mengungsi terus meningkat hingga mencapai 92.735 jiwa, naik dari 59.647 jiwa sebelumnya. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyatakan pemerintah terus mempercepat distribusi logistik, namun sejumlah kendala masih ada, seperti ketersediaan air bersih dan listrik di sejumlah posko pengungsian, termasuk Posko Pengungsian Reo, Kabupaten Manggarai. Hingga Kamis (20/8/2026), BNPB mencatat 75 orang meninggal dunia dan 907 orang luka-luka akibat gempa. Distribusi bantuan logistik Presiden yang dikirimkan dari 15 hingga 19 Agustus 2026 mencapai 411 ton, dengan 72,77 ton dikirimkan melalui jalur udara pada 19 Agustus saja. Bantuan tersebut mencakup 5.000 paket sembako ke Posko Maumere dan 2.900 paket ke Posko Labuan Bajo. Pemerintah juga memanfaatkan jalur laut untuk menjangkau wilayah terpencil, seperti pengiriman bantuan melalui KRI Bung Hatta dari Pelabuhan Labuan Bajo ke Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai. Bantuan mencakup sembako, tenda, obat-obatan, matras, selimut, kebutuhan kebersihan, BBM, genset, dan lainnya. BNPB menyiapkan 882 unit tenda dan dua unit rumah sakit lapangan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Bagikan
Berita terkait
Literasi Keuangan Naik, Duta Literasi OJK Edukasi Pelajar Rote Ndao
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 22.24
Selain Diprotes Masalah Layanan di Indonesia, Hyundai juga Didemo Pekerja di Korea Selatan karena AI
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 22.18
Seluruh SPBU di Flores Sudah Beroperasi Kembali Usai Gempa NTT
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 22.17
Pascagempa NTT, 56 SPBU di Pulau Flores Kembali Beroperasi 100 Persen
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 22.15