ACFE Bongkar Bahaya Fraud Era AI, Teknologi Saja Tak Cukup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter menyatakan bahwa penggunaan AI dan analisis data tidak cukup untuk menghadapi fraud yang semakin kompleks di era digital. Presiden ACFE Indonesia Chapter, Stevanus Alexander Sianturi, menekankan bahwa teknologi hanyalah alat pendukung; peran manusia tetap dominan dalam tata kelola, pengambilan keputusan, dan akuntabilitas. Tema NAFC 2026 'Eling Lan Waspada' menekankan pergeseran strategi fraud dari reaktif ke antisipatif dengan memperkuat budaya integritas. OJK mencatat fraud dapat memperkuat risiko siber, manipulasi data AI, deepfake, dan ancaman terhadap stabilitas sektor jasa keuangan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat skor SPI Nasional 75,38 pada 2025 dan menerapkan program penguatan budaya antikorupsi di sektor pendidikan serta digitalisasi pengawasan melalui aplikasi seperti e-Rembugan, SIVERO, dan OKE JATENG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 13.30
Apple Naikkan Harga iPhone Model Lama Setelah Rilis iPhone Baru
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.41
OpenAI Luncurkan Images 2.5: Model Gambar AI Lebih Cepat dan Detail
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.32
OpenAI Klaim Pecahkan Soal Matematika Rumit Pakai 10 Ribu Bot
Detik.com · 10 September 2026 pukul 06.00
Peneliti Anthropic: Ada Kemungkinan AI Bisa Musnahkan Manusia
Berita terkait
CEO Baru Apple John Ternus Sebut iPhone Jadi Pusat Strategi AI
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 14.30
Peneliti Anthropic Yakin Ada Peluang Lebih dari 10% AI Bisa Membunuh Seluruh Umat Manusia, Ini 5 Alasannya
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 05.15
Apple Rilis iPhone 18 Pro & Pro Max, Bawa Warna Baru Burgundy
kumparan · 10 September 2026 pukul 00.53
Advan Air Neo Resmi Meluncur, Bobot Lebih Ringan, Harga Mulai Rp 9 Jutaan
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 00.18