Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

ACFE Bongkar Bahaya Fraud Era AI, Teknologi Saja Tak Cukup

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter menyatakan bahwa penggunaan AI dan analisis data tidak cukup untuk menghadapi fraud yang semakin kompleks di era digital. Presiden ACFE Indonesia Chapter, Stevanus Alexander Sianturi, menekankan bahwa teknologi hanyalah alat pendukung; peran manusia tetap dominan dalam tata kelola, pengambilan keputusan, dan akuntabilitas. Tema NAFC 2026 'Eling Lan Waspada' menekankan pergeseran strategi fraud dari reaktif ke antisipatif dengan memperkuat budaya integritas. OJK mencatat fraud dapat memperkuat risiko siber, manipulasi data AI, deepfake, dan ancaman terhadap stabilitas sektor jasa keuangan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat skor SPI Nasional 75,38 pada 2025 dan menerapkan program penguatan budaya antikorupsi di sektor pendidikan serta digitalisasi pengawasan melalui aplikasi seperti e-Rembugan, SIVERO, dan OKE JATENG.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait