Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

AHY Wanti-wanti Bahaya Banjir, Soroti Tata Kelola Pembangunan di Daerah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti tingginya risiko banjir di berbagai wilayah Indonesia, terutama di pesisir pantura Jawa sepanjang 575 kilometer. Menurutnya, banjir bukan hanya disebabkan oleh banjir rob, tetapi juga penurunan muka tanah (land subsidence) dan berkurangnya kemampuan serapan air akibat tata kelola pembangunan yang tidak tepat. AHY menekankan pentingnya tata ruang wilayah yang diterapkan dengan baik, terutama di kawasan hulu sungai, agar bisa mencegah banjir yang berulang. Ia juga menyebutkan bahwa sungai yang tercemar dan pendangkalan bisa memperparah situasi ini.

Pemerintah tengah mematangkan rencana induk (master plan) untuk proyek strategis Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall/GSW) yang akan dibangun di sejumlah wilayah pesisir. AHY menegaskan bahwa prioritas penanganan ditujukan pada wilayah yang paling rentan seperti Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal. Proyek ini tidak hanya fokus pada konstruksi beton, tetapi juga mencakup normalisasi sungai, pencegahan eksploitasi air tanah, dan penerapan solusi berbasis alam seperti penanaman mangrove.

AHY menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus lebih tahan terhadap bencana alam, baik bangunan rumah tangga maupun infrastruktur negara. Ia menekankan bahwa kedepan, pembangunan tidak hanya ditilai dari seberapa banyak dibangun, tetapi juga dari kekuatan, daya tahan, dan keberlanjutannya. Dengan pendekatan gabungan antara solusi struktural dan alami, pemerintah berupaya mengatasi ancaman banjir rob dan dampak pemanasan global secara lebih efektif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait