Airlangga Ungkap Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Baru 13,14%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343496/original/077996900_1788858817-IMG_6936.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan inklusi keuangan syariah di Indonesia mencapai 13,14%, jauh di bawah inklusi konvensional. Pemerintah berencana memperluas akses keuangan syariah khususnya bagi masyarakat pedesaan, petani, nelayan, dan UMKM. Literasi keuangan syariah mencapai 43,07%, menunjukkan kesenjangan antara pemahaman dan akses layanan. Target pemerintah adalah setiap warga negara memiliki rekening perbankan pada usia 17 tahun dengan saldo awal Rp 50.000 yang tidak terpotong biaya administrasi. Aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp 3.131 triliun dengan potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf Rp 343 triliun per tahun. Aceh menjadi model dengan inklusi keuangan syariah 72% dan aset Bank Umum Syariah Rp 65,05 triliun.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Belum Tentukan Skema Bantuan untuk Rekonstruksi Desa Adat Sade
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 21.00
KKI 2026 Angkat Potensi Wastra dan Kerajinan Daerah ke Pasar Global
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 19.49
Purbaya Bersama Istri Mendadak Beli Produk UMKM Kalimantan di KKI 2026
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
BI Gandeng 27 Kementerian, Ribuan UMKM Unjuk Produk di KKI 2026
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.10