Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Akamai Soroti Risiko AI Berbasis Agen, Perusahaan Didorong Perkuat Tata Kelola Keamanan

Laporan State of the Internet dari Akamai memperingatkan risiko keamanan siber akibat penggunaan AI berbasis agen yang mampu beroperasi secara otonom. Tantangan utama meliputi kurangnya visibilitas terhadap Model Context Protocol (MCP), percepatan eksploitasi kerentanan sistem oleh AI, serta risiko kebocoran data sensitif, di mana 6% percakapan chatbot AI mengandung informasi pribadi dan 47% dilakukan melalui akun pribadi.

Selain itu, ekstensi browser berbasis AI ditemukan 60% lebih rentan terhadap CVE dibandingkan ekstensi standar. Akamai merekomendasikan empat strategi mitigasi: penerapan tata kelola edge yang adaptif, penguatan kontrol browser, perlindungan reputasi merek melalui Generative Engine Optimization (GEO), serta penerapan mekanisme 'human-in-the-loop' untuk tindakan AI berisiko tinggi guna memastikan pengawasan manusia tetap ada.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait