Akamai Soroti Risiko AI Berbasis Agen, Perusahaan Didorong Perkuat Tata Kelola Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan State of the Internet dari Akamai memperingatkan risiko keamanan siber akibat penggunaan AI berbasis agen yang mampu beroperasi secara otonom. Tantangan utama meliputi kurangnya visibilitas terhadap Model Context Protocol (MCP), percepatan eksploitasi kerentanan sistem oleh AI, serta risiko kebocoran data sensitif, di mana 6% percakapan chatbot AI mengandung informasi pribadi dan 47% dilakukan melalui akun pribadi.
Selain itu, ekstensi browser berbasis AI ditemukan 60% lebih rentan terhadap CVE dibandingkan ekstensi standar. Akamai merekomendasikan empat strategi mitigasi: penerapan tata kelola edge yang adaptif, penguatan kontrol browser, perlindungan reputasi merek melalui Generative Engine Optimization (GEO), serta penerapan mekanisme 'human-in-the-loop' untuk tindakan AI berisiko tinggi guna memastikan pengawasan manusia tetap ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 21.20
Dunia Dalam Bahaya, Elit Global Kasih Peringatan di Hadapan PBB
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.00
Microsoft Komitmen Investasi Rp 30 Triliun, Menkomdigi Minta Ini
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 17.25
Kacamata Pintar Meta Dipastikan Masuk Indonesia, Berapa Harganya?
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 16.19
Ngeri! Pertama di Dunia, Agen AI OpenAI Ngamuk Bobol Situs Pemerintah Australia Tanpa Disuruh
Berita terkait
Jensen Huang Bantah Klaim AI Akan Memusnahkan Manusia pada 2030
JawaPos · 22 September 2026 pukul 11.31
Raja Turun Tangan, Cemas Manusia Lepas Kendali Takdir
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 07.05
Kolaborasi Teknologi AI dan Keamanan Siber Ciptakan Lapangan Kerja
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 19.04
AI Diam-Diam Ajari Penerusnya Cara Menipu Manusia
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 13.00