Alasan di Balik Langkah Besar Singapura Manjakan Warganya yang Berkeluarga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura meluncapkan kebijakan baru untuk mendukung keluarga, termasuk tunjangan hampir Rp 1 miliar per anak hingga usia 17 tahun. Langkah ini sebagai respons atas penurunan drastis angka kelahiran, yang pada 2025 mencapai 29.864 bayi—terendah sejak kemerdekaan—dan hanya 3.365 lebih sedikit dari jumlah kematian. Total Fertility Rate (TFR) turun dari 1,41 pada 2001 menjadi 0,87 pada 2025, meski berbagai insentif telah diberikan selama dua dekade.
Kebijaban baru menggeser fokus dari insentif kelahiran ke dukungan peran orang tua melalui SG Child Support Package senilai S$ 62.000 (sekitar Rp 866 juta). Paket ini mencakup tunai, kredit anak, dan kontribusi akun pengembangan anak serta pendidikan pasca-sekolah. Setiap anak berhak atas dukungan finansial hampat S$ 70.000, jauh lebih besar dari dukungan sebelumnya yang bervariasi antara S$ 27.500 hingga S$ 56.500.
Perdana Menteri Lawrence Wong menekankan komitmen pemerintah menciptakan lingkungan yang ramah keluarga, termasuk penambahan cuti mengurus anak dan ketentuan agar pemerintah menanggung biaya cuti terkait anak. Kebijaman ini bertujuan agong membuat menjadi orang tua tidak menjadi beban karier, sekaligus mendorong kembali angka kelahiran yang terus menurun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 13.20
Singapura Berikan Dana Hampir Rp1 Miliar untuk Setiap Bayi yang Lahir
Berita terkait
Daratan akan Makin Luas, 3 Pulau Singapura Direklamasi Besar-Besaran
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.15
Pertama di Dunia, Singapura Luncurkan Pusat Data Bertenaga Sel Otak Manusia
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 19.44
Profil 3 Pulau yang Mau Digabung Singapura Lewat Reklamasi Besar-besaran
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 16.08
Enaknya Jadi Warga Singapura, Setiap Anak Diberi Hampir Rp1 Miliar hingga Umur 17 Tahun
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 10.54