Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Alasan Purbaya Kerap Omong Gede hingga Dicap Sombong Saat Awal Jadi Menkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa saat pertama menjabat, ia sempat dicap sombong karena harus banyak berbicara untuk membangun kepercayaan pasar. Hal ini terjadi ketika Indonesia sedang menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran. Purbaya menjelaskan bahwa strategi bicara banyak tersebut bukan tanda kesombongan, melainkan bagian dari desain untuk membentuk ekspektasi positif agar perekonomian dapat pulih. Ia mengacu pada konsep makroekonomi self-fulfilling prophecies, di mana ekspektasi pasar yang positif dapat mendorong aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.

Untuk memperkuat kepercayaan, pemerintahan telah menerapkan sejumlah kebijakan, termasuk memindahkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank pelat merah pada September 2025. Namun, pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah pengumuman dari lembaga seperti MSCI, Fitch Ratings, dan Moody's. Purbaya menekankan pentingnya ekspektasi positif agar investor tidak takut berinvestasi, masyarakat tidak takut berbelanja, dan perusahaan tidak takut melakukan ekspansi. Sebaliknya, jika semua pihak khawatir akan resesi, dampaknya justru dapat memicu kondisi resesi yang sebenarnya.

Purbaya menegaskan bahwa komunikasi yang agresif dan transparan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama dalam situasi yang tidak menentukan. Dengan membentuk narasi yang jelas dan konsisten, pihak berwenang berupaya mencegah spiral negatif yang dapat merusak pertumbuhan ekonomi nasional.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait