Amankah mencampurkan Pertamax dan Pertalite untuk kendaraan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong sebagian pemilik kendaraan mencampurkan Pertamax dan Pertalite untuk menghemat biaya operasional. Meski kedua BBM ini sama-sama bensin dan dapat dicampurkan, para ahli otomotif tidak menyarankan kebiasaan tersebut dilakukan secara terus-menerus karena dapat memengaruhi performa mesin dan mengurangi manfaat aditif.
Pertalite memiliki angka oktan RON 90 dengan zat aditif, sedangkan Pertamax beroktan lebih tinggi (RON 92) dan mengandung aditif seperti EcoSave untuk menjaga kebersihan ruang bakar. Pencampuran akan menghasilkan nilai oktan di antara keduanya, tetapi efektivitas aditif berkurang, sehingga pembakaran menjadi tidak optimal dan berpotensi menyebabkan penumpukan kerak karbon, knocking, atau detonasi prematur pada mesin.
Selain itu, pencampuran BBM dengan oktan berbeda dapat memengaruhi sistem elektronik kendaraan seperti ECU dan sensor knocking, terutama jika komposisi pencampuran berubah-ubah. Disarankan untuk menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan dan menghabiskan tangki terlebih dahulu sebelum beralih jenis BBM guna menjaga kinerja dan umur mesin.
Bagikan
Berita terkait
Desil 9 dan 10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite, Simak Arti Desil di Sini!
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.40
Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.00
Siapa Masyarakat Desil 9-10 yang Akan Dibatasi Beli Pertalite? Ini Kriterianya
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 13.55
Pertamina Tengah Uji Sistem Digital Pembatasan Pengguna Pertalite
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.30