Amankah mencampurkan Pertamax dan Pertalite untuk kendaraan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong sebagian pemilik kendaraan mencampurkan Pertamax dan Pertalite untuk menghemat biaya operasional. Meski kedua BBM ini sama-sama bensin dan dapat dicampurkan, para ahli otomotif tidak menyarankan kebiasaan tersebut dilakukan secara terus-menerus karena dapat memengaruhi performa mesin dan mengurangi manfaat aditif.
Pertalite memiliki angka oktan RON 90 dengan zat aditif, sedangkan Pertamax beroktan lebih tinggi (RON 92) dan mengandung aditif seperti EcoSave untuk menjaga kebersihan ruang bakar. Pencampuran akan menghasilkan nilai oktan di antara keduanya, tetapi efektivitas aditif berkurang, sehingga pembakaran menjadi tidak optimal dan berpotensi menyebabkan penumpukan kerak karbon, knocking, atau detonasi prematur pada mesin.
Selain itu, pencampuran BBM dengan oktan berbeda dapat memengaruhi sistem elektronik kendaraan seperti ECU dan sensor knocking, terutama jika komposisi pencampuran berubah-ubah. Disarankan untuk menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan dan menghabiskan tangki terlebih dahulu sebelum beralih jenis BBM guna menjaga kinerja dan umur mesin.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Wanti-wanti Harga Pertamax cs Bakal Naik!
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.02
Harga BBM Pertamax Cs Naik, Bahlil Akui Ada Migrasi ke BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.15
Harga Pertamax Tetap Rp15.950 per Liter, Wamen ESDM: Saya Cek Lagi
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 16.34
Harga BBM Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober? Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 08.05