Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Anak Buah Purbaya Beber Strategi Tarik Utang 2027

Kementerian Keuangan menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2027. Pemerintah memprioritaskan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) domestik serta mengelola utang secara aktif untuk menekan risiko dan biaya. Plt Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Ferry Ardianto menjelaskan strategi pembiayaan utang 2027 diarahkan agar tetap aman, murah, dan terukur. Prioritas pada SBN domestik mengurangi risiko eksternal, sementara active debt management seperti liability management menekan biaya bunga.

Pemerintah menjaga keseimbangan antara utang berjangka pendek dan panjang untuk mencegah penumpukan risiko. Rasio utang terhadap PDB diperkirakan tetap pada level aman. Ketidakpastian global, termasuk terhadap biaya pembiayaan dan arus modal, menjadi tantangan. Risiko portofolio dikelola melalui diversifikasi tenor, jenis instrumen, mata uang, serta basis investor untuk memitigasi risiko tingkat bunga, nilai tukar, dan refinancing risk. Kebutuhan pembiayaan sejalan dengan target defisit APBN 2027 sebesar Rp671,12 triliun atau sekitar 2,40 persen terhadap PDB, lebih rendah dari outlook defisit 2026 sebesar 2,82 persen dari PDB.

Dalam rancangan pembiayaan 2027, pemerintah memasukkan instrumen selain utang seperti peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Special Mission Vehicle (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), dan sovereign wealth fund (SWF). Saldo anggaran lebih (SAL) digunakan sebagai buffer menghadapi ketidakpastian. Skema pembiayaan perumahan melalui fasilitas likuiditas untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga masuk rencana. Diversifikasi sumber pembiayaan termasuk Panda Bonds, perluasan pasar keuangan domestik, dan pemanfaatan instrumen pembiayaan pembangunan, dengan pengelolaan yang pruden, inovatif, dan berkelanjutan.

Berita terkait