Anak Pengungsi Miskin Ini Dulunya Buruh Kasar, Kini Punya Harta Rp 24 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340852/original/059254700_1788524208-Happy_Kids_Foundation_cropped.webp)
Manny Stul, anak pengungsi dari kamp pengungsian Jerman pasca-PDW II, berhasil bertransformasi dari buruh kasar di Australia Barat menjadi pengusaha mainan paling berpengaruh di dunia. Pada 1973, ia memulai usaha dengan Skansen, kemudian pada 2000 mengakuisisi Moose Toys yang hampir bangkrut. Dengan menekankan inovasi produk dan diferensiasi desain, ia mengembangkan mainan koleksi seperti Mighty Beanz dan Shopkins yang sukses global. Namun, pada 2007 Moose Toys hancur akibat produk direcall. Stul menangani krisis dengan transparan dan memulihkan kepercayaan. Penjualan Moose Toys melonjak lebih dari 7.000%, mencapai US$1,2-1,4 miliar (Rp21-24 triliun). Ia dianugerahi EY World Entrepreneur of the Year 2016, menjadi miliarder elite dunia.
Bagikan
Berita terkait
Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Satpol PP Antar Jemput Siswa
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.54
Sejak Jam 1, Warga Masih Rasakan Getaran Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 5 September 2026 pukul 08.33
Gempa Manggarai Timur: 30 Ribu Mengungsi, Bantuan Dipercepat
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 08.25
Bantuan Disalurkan untuk Penyintas Erupsi Gunung Sinabung di Karo
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 16.31