Antisipasi Permintaan Listrik Naik, Singapura Kaji Proyek Energi di Pulau Tekong
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Singapura sedang mengkaji pengembangan infrastruktur pembangkit listrik tenaga gas baru dan terminal LNG di Pulau Tekong sebagai respons terhadap proyeksi kenaikan permintaan listrik, yang didorong pertumbuhan sektor energi seperti pusat data. Menurut Energy Market Authority (EMA), proyek ini dapat mencakup pembangkit listrik tenaga gas alam yang siap menggunakan hidrogen, terminal gas alam cair (LNG), serta teknologi energi rendah karbon lainnya. EMA akan menunjatkan konsultan melalui tender yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026 untuk mengembangkan rencana induk infrastruktur energi di lahan seluas sekitar 200 hektare. Penunjangan konsultan diperkirakan dilakukan pada pertengahan 2027, dengan studi yang diproyeksikan selesai dalam dua tahun. Jika disetujui, klaster ini diharapkan memainkan peran penting dalam memastikan pasokan energi yang stabil di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Sejajar Singapura, Indonesia Punya LNG Hub Center Asia
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.25
Harga Khusus LNG Industri US$13/MMBTU Berlanjut di 2027? Ini Kata ESDM
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.45
Terminal LNG Arun Jadi Pusat Bisnis Gassing Up-Cooling Down Kapal LNG Asia
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.30
Pakistan Berhasil Nego dengan Iran, Kapal Tanker Impor LNG Mulus Lewati Hormuz
kumparan · 22 September 2026 pukul 08.41