Antrean Truk Ketapang Capai 9 Km, Pengusaha Ungkap Masalahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9359389/original/057061000_1790510458-IMG-20260927-WA0069.jpg)
Antrean kendaraan truk di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk masih mencapai 7-8 kilometer hingga Senin pagi (28/9/2026). Menurut Nurjatim, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, masalah ini terkait dengan ketidakseimbangan antara ketersediaan armada kapal dan kapasitas fasilitas dermaga. Saat ini, sekitar 23 dari 58 kapal yang tersedia dapat beroperasi, atau sekitar 40 persen, setelah dilakukan perbaikan dermaga MB 2 Gilimanuk. Namun, kapasitas dermaga belum optimal untuk melayani seluruh armada yang ada.
Nurjatim menekankan bahwa penguatan fasilitas dermaga tidak hanya berarti penambahan tempat sandar kapal, tetapi juga kemampuan untuk melayani kendaraan angkutan barang dengan bobot 30-50 ton agar proses bongkar muat berlangsung aman dan efisien. Selain itu, struktur dermaga perlu diperkuat sesuai dengan perkembangan ukuran kapal, termasuk kapal 2.000-3.000 GT yang saat ini beroperasi di lintasan tersebut.
Gapasdap telah menyiapkan armada untuk mendukung pelayanan penyeberangan, namun pemanfaatannya belum maksimal tanpa dukungan fasilitas kepelabuhanan yang memadai. Oleh karena itu, Nurjatim mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penyeberangan, termasuk kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, agar solusi yang diambil dapat menjawab berbagai faktor yang memengaruhi kelancaran penyeberangan.
Bagikan
Berita terkait
Antrean Truk Mengular di Ketapang–Gilimanuk Berlanjut, ASDP Buka Suara
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 05.35
Kendala Cuaca, ASDP Sesuaikan Pola Operasi Ketapang-Gilimanuk
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 19.16
Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai, ASDP Tambah Armada
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 19.15
Gapasdap Buka Suara Soal Kapal Penyeberangan Tak Mau Angkut Kendaraan Listrik
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 18.35