Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

APBN Defisit Rp240,1 T per Agustus 2026

Kementerian Keuangan mencatat APBN defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB per Agustus 2026. Defisit terjadi karena belanja negara melebihi pendapatan. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer surplus dan defisit terkendali. "Ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track," ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9).

Hingga Agustus 2026, pendapatan negara mencapai Rp2.055,69 triliun, naik 25,4 persen secara tahunan. Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.619,3 triliun, PNBP Rp435,1 triliun, dan hibah Rp1,2 triliun.

Belanja negara mencapai Rp2.295,7 triliun, naik 17,1 persen tahunan. Belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.791,5 triliun dan Transfer ke Daerah Rp504,3 triliun. Keseimbangan primer APBN mencatat surplus Rp154 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait