Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Asing Kembali Borong Saham, Net Buy Rp112,88 Miliar di Sesi I

Investor asing kembali mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia pada sesi pertama Selasa (18/8/2026). Hingga jeda perdagangan siang, nilai beli asing mencapai Rp2,22 triliun dengan penjualan sebesar Rp2,11 triliun, sehingga net buy mencapai Rp112,88 miliar. Aksi beli terutama mengarah ke sektor perbankan, komoditas, dan energi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham paling banyak dibeli dengan net buy Rp98,37 miliar dari volume 15,39 juta saham. Diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp62,35 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp56,47 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp31,27 miliar.

Beberapa saham lain yang dibeli asing meliputi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp30,77 miliar, PT Bank Mandiri (BMRI) Rp30,75 miliar, PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp29,23 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp27,39 miliar. Investor asing juga membeli PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), dan beberapa saham energi lainnya.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan net sell terbesar sebesar Rp131,31 miliar dari volume 50,28 juta saham. Diikuti oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp88,07 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp81,53 miliar. Beberapa saham besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia (TLKM) juga mengalami tekanan jual dari investor asing. Meski demikian, pola transaksi menunjukkan investor asing tetap selektif dalam mengakumulasi saham.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait