Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Asing Ubah Strategi, Big Caps Komoditas Dijual Saham Ini Diborong

Pada perdagangan Senin (3/8/2026), investor asing menunjukkan rotasi portofolio di pasar saham Indonesia. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), di tengah aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp708 miliar di seluruh pasar, dana asing justru mengalir ke saham defensif. Sementara saham komoditas, material dasar, dan perbankan BUMN menjadi sasaran aksi lepas. Saham telekomunikasi PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi incaran utama dengan net buy Rp118,7 miliar, disusul PT Bank Central Asia (BBCA) Rp78,3 miliar, PT Gudang Garam (GGRM) Rp38,2 miliar, PT Timah (TINS) Rp30,5 miliar, dan PT Indofood CBP (ICBP) Rp28,7 miliar.

Sebaliknya, investor asing melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat net sell terbesar Rp191,9 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp91,1 miliar, PT Bank Mandiri (BMRI) Rp88,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp62,2 miliar, dan PT Astra International (ASII) Rp53,3 miliar. Pergerakan ini menunjukkan perpindahan dana asing dari saham yang sensitif terhadap siklus ekonomi menuju saham yang dinilai lebih defensif.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03% ke level 6.234,49 pada perdagangan kemarin. Pelemahan indeks terjadi di tengah nilai transaksi sebesar Rp14,38 triliun, dengan saham-saham seperti BREN, DCII, BBCA, BUVA, dan MLPT menjadi pembagian utama pergerakan indeks.

Berita terkait