Badan Gizi Nasional Punya Utang Rp 1,6 Triliun, Lagi Diaudit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki tunggakan sebesar Rp 1,6 triliun yang kini sedang dalam proses audit. Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa ini adalah tunggakan, bukan utang, dan pembayaran hanya akan dilakukan setelah audit selesai dengan hasil yang bersih dan sesuai mekanisme.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, merinci komposisi tunggakan dalam rapat dengan Komisi IX DPR. Totalnya Rp 1,609 triliun, termasuk belanja modal untuk pembangunan dapur APBN sebesar Rp 1,04 triliun, belanja bahan Rp 16,1 miliar, sertifikasi SPPG Rp 111 miliar, jasa konsultan Rp 200 juta, sewa kendaraan Rp 121 juta, honor narasumber Rp 812 juta, jasa lainnya Rp 330 miliar, utang ke Unhan Rp 7,3 miliar, perjalanan dinas Rp 684 juta, dan tunggakan bantuan pemerintah untuk MBG Rp 100 miliar.
Arumsari menyatakan tunggakan akan dilunasi pada tahun 2026. Meskipun ada blokiran anggaran, pos yang sudah direview dan sesuai ketentuan akan segera dibayarkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.50
Dapur MBG Siap-Siap! Ketahuan Pakai Barang Subsidi Bakal Ditagih BGN
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Tak Terima MBG Disebut Gerus Anggaran Negara, Sudaryono: Saya Gemas Melihat Medsos
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.02
Sudaryono Temukan Ada Dapur MBG 'Hantu' Niat Nyolong Uang Negara
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 18.15
Soal Tudingan MBG Banyak Ngabisin Anggaran Negara, Ini Kata Bos BGN
Berita terkait
DPR Minta Pendidikan Gratis Tak Dipaksakan, Khawatir Tata Kelola Bermasalah
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 22.33
Dapat Alokasi Anggaran Rp 240 T, BGN Sasar Target 72 Juta Penerima Manfaat
JawaPos · 17 September 2026 pukul 21.45
Perbarui Sasaran Penerima MBG, BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 04.00
Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Dapur MBG yang Bermasalah
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 05.38