Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Ubah Permainan Batu Bara-Nikel RI, Tak Mau Lagi Dipermainkan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah kini menata tata kelola komoditas pertambangan, khususnya batu bara dan nikel, melalui pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) serta ekspor satu pintu melalui PT Danantara SDI. Langkah ini dilakukan agar harga komoditas tidak lagi ditentukan pihak luar. Bahlil menegaskan bahwa dengan pengaturan supply and demand, harga batu bara Indonesia mulai memiliki nilai di mata internasional dan harga nikel tidak lagi dipermainkan oleh oknum tertentu.

Meski produksi batu bara tahun 2026 lebih rendah dibanding 2025, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor batu bara justru meningkat. Data Direktorat Jenderal Minerba menunjukkan PNBP subsektor mineral dan batu bara mencapai Rp108 triliun hingga 31 Agustus 2026, naik Rp21 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pada komoditas batu bara, PNBP mencapai Rp66 triliun, naik dari Rp59 triliun pada 2025.

Bahlil menekankan pentingnya peran UMKM dalam sektor pertambangan, dengan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai sekitar 61%. Ia menyatakan lebih memilih banyak pelaku UMKM yang hidup dari pertambangan dibanding satu perusahaan besar yang mendominasi. Produksi batu bara hingga Juli 2026 mencapai 423,71 juta ton, dengan rata-rata bulanan sekitar 60,5 juta ton, lebih rendah dari rata-rata 2025 yang mencapai 68,1 juta ton per bulan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait