BAKN Minta KAI Siapkan Plan B Jika Pengalihan Utang KCIC Molor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan (plan B) terkait pengalihan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Hal ini disampaikan menyusul potensi keterlambatan penyelesaian proses pengambilalihan utang dari target 15 September 2026. Andreas menyatakan hal ini setelah mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik BAKN DPR RI ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Bandung pada Kamis (10/9/2026). Proses due diligence yang sedang berlangsung diperkirakan tidak akan selesai sesuai jadwal, sehingga rencana cadangan diperlukan untuk mencegah beban keuangan tambahan bagi KAI. BAKN juga menekankan agar KAI, PT Bukit Asam, Danantara, dan Badan Pengelola BUMN menindaklanjuti temuan BPK yang sering terulang. Sebagai pemegang saham, Danantara diminta untuk mengawasi penyelesaian persoalan tersebut bersama Badan Pengelola BUMN. BAKN akan terus memantau proses penyelesaian utang KCIC hingga selesai guna mencegah beban keuangan negara dan BUMN.
Bagikan
Berita terkait
KAI Logistik Express Angkut 8.369 Ton Barang pada Agustus, Naik 30 Persen
kumparan · 11 September 2026 pukul 12.55
KAI Catat Lonjakan Penumpang Menuju Jakarta, Capai 29.192 Orang
kumparan · 8 September 2026 pukul 20.54
Hari Ini KAI Operasikan 9 Kereta Tambahan untuk Berbagai Relasi
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.02
Kereta Jadi Pilihan Buntut Banyak Penerbangan Dibatalkan
Detik.com · 8 September 2026 pukul 07.48