Bantah Klaim Prabowo, Menkes Kabinet Bayangan Ungkap Fakta Medis Sel Otak dan Stunting
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan, Irma Hidayana, membantah klaim Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo sebelumnya mengklaim bahwa MBG dapat mengatasi masalah stunting yang menyebabkan sel otak dan otot tidak berkembang. Irma menegaskan bahwa pemahaman ini keliru secara medis karena perkembangan sel otak memiliki masa emas yang terbatas, yakni sejak kehamilan hingga usia dua tahun, yang dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menjelaskan bahwa sel otak yang tidak berkembang akibat stunting tidak dapat diperbaiki saat anak sudah masuk usia sekolah karena pembentukan 100 miliar sel saraf terjadi selama masa kehamilan. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bukan melalui intervensi di usia sekolah dasar. Irma menekankan bahwa langkah yang tepat untuk mencegah stunting harus menyasar pada hulu, seperti nutrisi ibu hamil dan menyusui, serta gizi sejak dini. Ia menegaskan dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, namun menolak bahwa MBG merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi dampak stunting yang sudah terjadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 18.11
Cegah Stunting, Pelindo Sinergi Lokaseva Perluas Program Pelita
Berita terkait
Makan Bergizi Bukan Lagi Mimpi di Siang Bolong
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.00
Presiden Prabowo: Koruptor Program Makan Bergizi Gratis adalah Orang Biadab
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.25
Prabowo Bahas MBG di Sidang Tahunan, Pesannya Keras untuk Calon Koruptor
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.13
Prabowo: Saya Bertekad Teruskan MBG, yang Korupsi Orang Biadab
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.39