Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bappenas Perluas Sumber Pembiayaan demi Antisipasi Dampak El Nino

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperluas sumber pembiayaan untuk mitigasi dampak El Nino dengan mengoptimalkan pendanaan domestik, climate finance, pooling fund kebencanaan, adaptation fund, Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD), dan instrumen inovatif lainnya. Pemerintah menyatakan bahwa pendanaan saat ini masih mencukupi, tetapi perlu dipastikan penggunaannya tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak penanganan fenomena tersebut, seperti yang dibahas dalam rapat terbatas. Pembiayaan iklim khusus untuk El Nino tidak ada karena sifatnya siklikal; dana tersebut diarahkan untuk melaksanakan aksi adaptasi dalam National Adaptation Plan (NAP) dan mendukung fungsi ekosistem melalui Biodiversity Strategy and Action Plan (BSAP). Di sektor pertanian, Menteri Pertanian melaporkan stok beras nasional mencapai sekitar 26 juta ton—termasuk cadangan di Bulog, sektor horeka, dan standing crop—cukup untuk memenuhi konsumsi dalam negeri selama 10 bulan (≈2,6 juta ton per bulan). Stok ini diperkirakan bertahan hingga Mei 2027, dengan potensi peningkatan pada panen raya Maret 2027, sehingga ancaman El Nino “Godzilla” tidak mengganggu ketahanan pangan. Kesiapan ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, dan pemerintah menekankan bahwa ancaman tersebut bukan yang pertama kali dihadapi, dengan pengalaman mitigasi impor pada 2023 yang berhasil mengurangi kebutuhan impor hingga sekitar 4 juta ton.

Berita terkait