Bea Cukai Makin Digital, Tapi Tarif Bea Masuk Masih Jadi Keluhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap 1.005 pelaku usaha menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap pelayanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Mayoritas responden mengapresiasi digitalisasi layanan, dengan 89,2% menilai proses pelayanan mudah dan cepat, serta 79,2% puas terhadap pemanfaatan teknologi.
Namun, kebijakan tarif dan aturan pembebasan barang masih menjadi kendala. Sebanyak 43,7% responden menganggap tarif bea masuk dan cukai terlalu tinggi, sementara 52,8% menilai aturan pembebasan barang bawaan dan belanja daring internasional kurang akomodatif terhadap perdagangan digital. IDM menekankan perlunya keseimbangan antara penerimaan negara, perlindungan industri, dan daya saing usaha.
Bagikan
Berita terkait
Memanas, Kanada Akhirnya Terapkan Tarif Impor Balasan US$ 27,6 Miliar ke AS
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 18.00
Kadin Indonesia dan Singapura Kerja Sama Bantu UMKM Tembus Pasar ASEAN
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 18.45
Ancam Balas Dendam, China Siap Lawan Tarif Impor AS
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 03.00
Perang Dagang Memanas, Kanada Balas Tarif Impor AS Senilai Rp353 Triliun
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 11.09