Beda dengan Klaim Pramono, BMKG Sebut Hujan Jakarta Bukan Hujan Buatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan hujan di Jakarta pada Rabu (19/8) terjadi secara alami akibat pertemuan massa udara basah dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Operasi modifikasi cuaca (OMC) dihentikan sehari sebelum hujan turun karena BMKG yakin potensi hujan dapat turun sendiri. Klaim ini berbeda dengan Pramono Anung yang menyatakan hujan di tengah musim kemarau merupakan hasil OMC dengan penyematan awan. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih kering dalam beberapa waktu ke depan, dengan pertumbuhan awan minim di Nusa Tenggara, Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Musim hujan diperkirakan mulai pada pertengahan Oktober.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.10
Hujan Ringan Sempat Guyur DKI Efek Modifikasi Cuaca? Ini Kata BMKG
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.37
BNPB Ungkap Potensi Hujan Ringan di Kalbar 21-27 Agustus
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.32
Pemerintah Terus Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Menangani Karhutla Kalimantan
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Percepat Pemadaman Karhutla di Kalimantan, Pemerintah Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca
Berita terkait
BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Diguyur Hujan Selama Dua Hari
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 20.05
Jakarta dan Sekitarnya Diguyur Hujan, BMKG Ungkap Efek Modifikasi Cuaca
Detik.com · 20 September 2026 pukul 06.12
Jelang Malam Jakarta Mendadak Hujan, Simak Prediksi Lengkap BMKG
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.16
Jakarta diprakirakan hujan Sabtu sore
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 06.04