BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser, Dampak Sosial dan Lingkungan Jadi Pertimbangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323560/original/025387400_1786620053-IMG_6453.jpg)
Presiden Komisaris BEI Nurhaida menyatakan tren investasi bergeser dari hanya mengutamakan keuntungan finansial menuju memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Paradigma ini relevan karena Indonesia menghadapi tantangan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan inklusi keuangan. BEI menyediakan instrumen seperti green bond, sustainability bond, dan social bond untuk mengarahkan dana investor ke proyek bermanfaat. Hingga 7 Agustus 2026, pasar modal Indonesia memiliki sekitar 30 juta investor dan lebih dari 960 perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar Rp 11.000 triliun. YCAB Foundation memproyeksikan potensi produk investasi berdampak mencapai Rp 30 triliun, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di Asia Tenggara. YCAB pernah meluncurkan Juara Empowerment Balance Fund sebagai tonggak pengembangan instrumen investasi berdampak.
Bagikan
Berita terkait
BEI Soroti Penjualan Saham Bos RUNS, Benarkah Ada Insider Trading?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.01
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada PGEO, PACK, hingga EXCL
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.55
10 Sekuritas dengan Nilai Transaksi Terbesar Semester I-2026, Siapa yang Nomor Pertama?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.29
RUPSLB 18 Agustus: Ada GGRP, HRME dan VINS
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.07