Benarkah bensin RON tinggi lebih irit? Ini penjelasan sesuai mesin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak pemilik kendaraan menganggap bensin beroktan tinggi (RON lebih tinggi) selalu membuat konsumsi BBM lebih irit. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Efisiensi bahan bakar sangat ditentukan oleh kesesuaian antara angka RON dengan rasio kompresi mesin kendaraan. RON merupakan ukuran kemampuan bahan bakar menahan tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar sebelum terbakar. Semakin tinggi angka RON, semakin stabil proses pembakaran dan semakin rendah risiko detonasi atau knocking.
Untuk mesin yang memang dirancang menggunakan RON tinggi, seperti RON 92 atau RON 95, penggunaan bahan bakar yang sesuai akan menghasilkan tenaga optimal sehingga mesin tidak bekerja terlalu keras dan konsumsi BBM menjadi lebih hemat. Sebaliknya, mesin dengan rasio kompresi rendah tidak memerlukan bensin beroktan tinggi. Yang terpenting adalah menggunakan RON sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di buku manual kendaraan. Di Indonesia, bensin tersedia dalam beberapa pilihan RON mulai dari 89 hingga 100.
Selain angka RON, konsumsi BBM juga dipengaruhi faktor lain seperti kondisi mesin, gaya berkendara, dan beban kendaraan. Penggunaan bensin beroktan tinggi saja tidak cukup menjamin irit jika faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan.
Bagikan
Berita terkait
10 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Anak Muda
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.15
8 Penyebab Motor Matic Bunyi Berdecit saat Jalan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.00
Bukan Sekadar Terjangkau, Ini Alasan Daihatsu Ayla Cocok untuk Pengemudi Pemula
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 15.59
7 Mobil Hybrid Murah 2026, Harga Mulai Rp299 Jutaan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.50