Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Bensin Iran Tekor 10 Juta Liter Sehari, PNS Disuruh WFH

Pemerintah Iran memangkas jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mendorong penerapan kerja dari rumah (WFH) untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang semakin memburuk. Kebijakan ini, yang berlaku mulai 23 September hingga Maret 2027, mengurangi jam kerja kantor menjadi pukul 08.00-13.00, dengan sisa jam dikerjakan secara daring. Seluruh kantor pemerintah juga diharuskan mematikan pemanas dan lampu setelah jam kerja, sementara sekolah, universitas, dan layanan kesehatan akan mengikuti aturan terpisah. Setiap instansi wajib menetapkan satu hari seminggu bagi PNS dan manajer untuk menggunakan transportasi umum, dan layanan metro serta bus rapid transit (BRT) gratis hingga pertengahan November untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.

Berdasarkan data Al Jazeera, produksi bensin Iran mencapai 122 juta liter per hari, sementara konsumsi mencapai 132 juta liter, menyebabkan defisit sekitar 10 juta liter per hari. Defisit ini berlanjut hingga paruh pertama bulan keenam tahun kalender Iran. Untuk menutup kesenjangan ini, pemerintah menaikkan harga BBM untuk kedua kalinya dalam kurang dari satu tahun, termasuk pemotongan dua kali lipat untuk penggunaan di atas 110 liter per bulan. Selain itu, kendaraan dinas pemerintah yang sudah tua akan diganti dengan kendaraan listrik, berbahan bakar gas, atau hibrida, meskipun implementasinya diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Krisis energi ini dipengaruhi oleh blokade Amerika Serikat sejak Juli 2026 yang menghentikan impor bahan bakar dan menghambat ekspor minyak Iran melalui Selat Hormuz. Konflik dengan AS dan Israel juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas energi nasional, termasuk perusahaan petrokimia dan depo bahan bakar. Akibatnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani arahan pada 12 September 2026 untuk memfasilitasi kerja jarak jauh guna mengurangi konsumsi bensin, listrik, dan gas alam negara.

Berita terkait