Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

Rusdi Kirana, yang awalnya bekerja sebagai calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta saat kuliah, berhasil mendirikan Lion Air pada 1999 bersama saudaranya Kusnan Kirana. Didanai dengan dua pesawat sewaan, Lion Air mulai beroperasi pada 30 Juni 2000 dengan rute Jakarta-Pontianak seharga Rp 300.000, jauh di bawah tarif kompetitor yang mencapai Rp 1,1 juta. Konsep penerbangan murah ini membuat Lion Air berhasil menjangkau pasar luas, bahkan hingga 2004 Lion Air sudah mengoperasikan 23 pesawat dan melayani 130 penerbangan harian di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Lion Air juga membawahi beberapa maskapai lain seperti Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air (Malaysia), dan Thai Lion Air (Thailand). Pada 2018, maskapai ini melayani 36,8 juta penumpang, menjadi pilihan bagi 35% penumpang yang berpergian dari pulau ke kota. Di bawah naungannya, Lion Air menyebut dirinya sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah dengan slogan "We Make People Fly".

Meski sukses, Lion Air juga dikenal mengorbankan kenyamanan penumpang, terutama dalam hal keterlambatan jadwal penerbangan. Pada 2017, Rusdi Kirana berada di urutan ke-33 dari 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan US$ 970 juta, namun pada 2022 posisinya turun menjadi ke-38 dengan kekayaan US$ 835 juta. Di tengah pandemi, Lion Air meluncurkan maskapai baru bernama Super Air Jet pada 6 Agustus 2021 dengan rute Jakarta-Kualanamu dan Jakarta-Batam, mengikuti konsep low cost carrier untuk pasar domestik dan berencana memperluas ke rute internasional.

Berita terkait