Bertemu IMF, Purbaya: I’m the Most Unlucky Minister in the World
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sebagai "menteri paling sial di dunia" karena menghadapi guncangan ekonomi dan geopolitik sejak dilantik, termasuk pengetatan likuiditas, penilaian MSCI, revisi outlook utang oleh Fitch, dan tekanan pada rupiah. Ia menyampaikan hal ini saat bertemu IMF dan World Bank pada April 2026. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 5%, dengan stabilitas sistem keuangan terjaga. Purbaya menilai kebijakan fiskal pemerintah mampu menjaga daya tahan ekonomi meski menghadapi empat tekanan besar secara bersamaan. Ia optimistis pertumbuhan akan semakin kuat pada semester II-2026, dengan target mendekati 6% melalui optimalisasi instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong permintaan domestik. Purbaya juga menyoroti perbedaan penilaian lembaga pemeringkat, menilai S&P Global Ratings lebih teliti dibanding Fitch dan Moody's yang terlalu cepat mengeluarkan outlook negatif sebelum data pertumbuhan kuartal I-2026 (sekitar 5,6%) dipublikasikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 13.10
Ketemu World Bank-IMF, Purbaya: Im the Most Unlucky Minister in the World
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.15
Toyota Buka Suara Usai Purbaya Minta Pindahkan Pabrik dari Thailand
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.12
Video: Bos Bank Jakarta: Ekonomi RI Tumbuh Positif, BPD Ikut Bertumbuh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.28
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Kuartal II-2026, Purbaya: Cukup Baik!
Berita terkait
Purbaya Ungkap Setoran Pajak Tumbuh 23% di Akhir Juli
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.10
IMF Akui Utang Luar Negeri RI Aman, Terhindar dari Risiko Gagal Bayar
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 17.55
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.00
Purbaya: Ekonomi 5,29% Cukup Baik di Tengah Tekanan Harga Minyak
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 16.25