Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI tegaskan digitalisasi bukan sebagai pengganti uang rupiah fisik

Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori menegaskan bahwa digitalisasi uang tidak menggantikan uang rupiah fisik, melainkan saling melengkapi. Transformasi keuangan digital, seperti QRIS, mendukung perkembangan transaksi modern, namun uang kertas tetap diperlukan. Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau dan konektivitas internet yang belum merata menjadi alasan utama keberlangsungan uang fisik. Wilayah terpencil seperti di Pulau Jawa yang minim jaringan internet dan tingkat pendidikan tidak merata masih bergantung pada uang rupiah fisik. Bank Indonesia bekerja sama dengan patroli Angkatan Laut untuk mengganti uang di wilayah-wilayah sulit setiap tahun. Uang kertas juga penting untuk pasar tradisional, transaksi di tempat tidak terhubung digital, serta tradisi angpao saat lebaran dan bencana alam yang tidak bergantung pada listrik atau jaringan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait