BI tegaskan digitalisasi bukan sebagai pengganti uang rupiah fisik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori menegaskan bahwa digitalisasi uang tidak menggantikan uang rupiah fisik, melainkan saling melengkapi. Transformasi keuangan digital, seperti QRIS, mendukung perkembangan transaksi modern, namun uang kertas tetap diperlukan. Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau dan konektivitas internet yang belum merata menjadi alasan utama keberlangsungan uang fisik. Wilayah terpencil seperti di Pulau Jawa yang minim jaringan internet dan tingkat pendidikan tidak merata masih bergantung pada uang rupiah fisik. Bank Indonesia bekerja sama dengan patroli Angkatan Laut untuk mengganti uang di wilayah-wilayah sulit setiap tahun. Uang kertas juga penting untuk pasar tradisional, transaksi di tempat tidak terhubung digital, serta tradisi angpao saat lebaran dan bencana alam yang tidak bergantung pada listrik atau jaringan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.08
Pengguna BRImo Capai 49,7 Juta, Volume Transaksi Rp4.166 T Hingga Juni
Berita terkait
67 Juta Warga RI Pakai QRIS, Uang Tunai Mulai Ditinggalkan?
Detik.com · 25 September 2026 pukul 05.55
Gubernur BI: Volume transaksi pembayaran digital tumbuh 40,36 persen
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.38
Aida S Budiman Mau Bawa Bank Indonesia Jadi Juara di Negara Berkembang
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.33
BI Catat Transaksi Digital Juli Tumbuh 28,69 Persen, QRIS Melesat
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.01