BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp18.003 per dolar AS pada Selasa (29/9). Bank Indonesia (BI) menjelaskan pelemahan ini dipicu oleh tekanan inflasi global, risiko fiskal, serta kenaikan harga minyak dunia di atas US$108 per barel akibat ketidakpastian di Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter AS dan mendorong yield US Treasury 10 tahun ke level 5,23 persen, tertinggi sejak 2007.
Selain faktor global, tekanan domestik berasal dari tingginya kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III serta arus keluar dana dari aset emerging markets. Menghadapi situasi ini, BI melakukan intervensi melalui transaksi NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. Meskipun tertekan, pelemahan rupiah secara quarter-to-date hanya 0,67 persen dan masih sejalan dengan mata uang kawasan, didukung cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar per Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Ungkap Penyebab Dolar AS Tembus Rp 18.000
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.02
Breaking! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.25
Pemerintah Pede Rupiah Tak Akan Lampaui Rp17.500/US$ Sampai 2027
Detik.com · 28 September 2026 pukul 19.00
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Airlangga Mau Lakukan Ini
Berita terkait
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
Rupiah Perkasa ke Rp17.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Hari Ini Melemah, Pasar Tunggu Keputusan BI
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.15
Rupiah Jebol Level Rp18 Ribu per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.26