Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bisnis Berusia Seabad di Jepang Berguguran

Bisnis Jepang yang telah berdiri lebih dari seratus tahun kini mengalami gelombang kebangkrutan dengan laju rekor. Menurut Teikoku Databank, kebangkrantan perusahaan berusia sejarah panjang di Jepang mencapai 112 kasus dalam delapan bulan pertama 2026, tertinggi sepanjang catatan. Salah satu contohnya adalah Kadoya Sesame Mills, produsen minyak wijen sejak 1858 yang akan dilistorkan kembali setelah lebih dari dua dekade di perdagangan. Perusahaan ini memutuskan untuk dilisting swasta oleh firma ekuitas Integral akibat meningkatnya biaya bahan baku dan risiko geopolitik. Para ahli menyatakan bahwa bisnis tua di Jepang kini kesulitan memperkirakan masa depan dengan laba tinggi yang berkelanjutan, sekaligunnya takut akan perlahan-lahan mengalami kemunduran. Faktor-faktor seperti pasar domestik yang menyusut, kekurangan tenaga kerja, dan tantangan suksesi kepemimpinan menjadi beban utama. Inflasi juga memaksa banyak perusahaan kecil untuk menaikkan harga, namun banyak yang belum mampu mencerminkan kenaikan biaya ke dalam harga jual. Kebangkrantan akibat kenaikan harga melonjak 23,8% menjadi 556 kasus, sementara karena kekurangan tenaga kerja naik 12,4% menjadi 227 kasus. Suksesi kepemimpinan juga menjadi masalah, dengan kasus kebangkrantan terkait minimnya penerus naik 16,9% menjadi 312 kasus. Kombinasi faktor seperti pelemahan yen, reformasi tata kelola korporasi, tekanan dari investor aktif, dan kenaikan biaya tenaga kerja serta suku bunga semakin memperparah situasi.

Berita terkait