Bitcoin Mendadak Ngegas 5%, Tembus US$85.232! Ini Pemicu Utamanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga Bitcoin (BTC) menguat 4,96% dalam 24 jam dan menyentuh US$85.232 (Rp1,52 miliar) pada perdagangan Selasa 22 September 2026. Dalam seminggu terakhir, Bitcoin naik 10,22%, dan dalam 30 hari terakhir mencatat kenaikan 12,25%. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp30,58 kuadriliun dengan volume transaksi 24 jam sebesar Rp1,05 kuadriliun.
Menurut data CoinPedia, penguatan Bitcoin terjadi seiring penurunan harga minyak ke sekitar US$97 per barel. Penurunan ini didorong oleh laporan CENTCOM yang menunjukkan aliran minyak melalui Selat Hormuz meningkat dibanding enam bulan lalu. Pakar pasar Gareth Soloway menyebut penurunan harga minyak menekan imbal hasil obligasi, yang justru mendukung aset berisiko seperti saham dan kripto.
Penguatan tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Ethereum (ETH) naik 2,28%, BNB 2,04%, Solana (SOL) 4,32%, dan XRP 6,38%. Di pasar kripto berkapitalisasi kecil, Dogecoin (DOGE) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,96%, diikuti Cardano (ADA) 6,64%, dan Chainlink (LINK) 2,48%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 September 2026 pukul 08.15
Harga Bitcoin Terbang ke Rp 1,53 M, Tertinggi Sejak Januari
Berita terkait
Suku Bunga The Fed Naik, Pasar Kripto Hadapi Dinamika Baru
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 16.09
Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 15.00
Bitcoin-Ethereum Menguat dalam Sepekan, Investor Cermati Suku Bunga The Fed
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 14.59
Bitcoin Tembus 77.000 Dolar AS, Naik Lebih dari 7 Persen dalam Sehari
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 22.15