Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Tetapkan 31 Daerah Jawa Tengah Status Awas Kekeringan, Semarang hingga Solo Masuk

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai wilayah dengan status Awas kekeringan meteorologis untuk periode 11-20 September 2026. Pemutakhiran dilakukan pada 10 September 2026. Daerah-daerah yang termasuk dalam status Awas meliputi kota-kota besar seperti Semarang, Surakarta, Magelang, dan Tegal, serta sejumlah kabupaten seperti Cilacap, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Batang, Purworejo, Kendal, Kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Status Awas ini menunjukkan tingkat kekeringan yang paling serius menurut klasifikasi BMKG, yang menggunakan tiga tingkatan: Waspada, Siaga, dan Awas. Kekeringan meteorologis disebabkan oleh curah hujan yang lebih rendah dari normal dan dapat berkembang menjadi kekeringan pertanian, hidrologis, hingga sosial-ekonomi jika berlangsung lama.

Beberapa wilayah di Jawa Tengah masih berada pada level Siaga, termasuk Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Semarang, dan Temanggung. Perbedaan status ini mengindikasikan variasi kondisi curah hujan dan tingkat kekeringan antarwilayah. BMKG menyarankan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi, karena status kekeringan dapat berubah sesuai kondisi atmosfer dan curah hujan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait