BPS Akui Belum Punya Data Pendapatan Lengkap untuk Tentukan Desil Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menjelaskan bahwa penggunaan pendapatan rumah tangga belum lengkap sehingga BPS masih mengandalkan pendekatan pengeluaran untuk pemetaan desil masyarakat. Data pendapatan yang tersedia belum mencakup seluruh kondisi ekonomi rumah tangga secara komprehensif. Untuk mengatasi keterbatasan ini, BPS berencana memperluas akurasi data dengan menggabungkan berbagai sumber data dari kementerian dan lembaga terkait. Contoh sumber data yang dapat dimanfaatkan meliputi data dari Kementerian Sosial, PLN, hingga penggunaan pulsa telepon. Penggabungan data ini diharapkan dapat menghasilkan pemetaan kondisi masyarakat yang lebih akurat dan representatif. BPS juga membuka peluang kolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk otoritas perpajakan, sejalan dengan konsep Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang melibatkan 18 lembaga. Namun, penggabungan data antar lembaga harus memperhatikan perlindungan data pribadi sesuai aturan hukum yang berlaku.
Bagikan
Berita terkait
Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 13.08
Isu Pemangkasan Subsidi Dibantah, Purbaya Beri Penjelasan
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 11.04
Desil Semrawut, Purbaya Heran BPS Minta Duit Lagi: Dulu Janjinya...
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 07.15
Eva Rataba Bantah Terima Bansos PKH meski Masuk Data Desil 4
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.25