BPS Ungkap Alasan Bensin Masih Picu Inflasi Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517377/original/082852000_1772425596-IMG-20260302-WA0004.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa bensin masih berkontribusi terhadap inflasi pada Juli 2026 meskipun harga BBM nonsubsidi telah diturunkan mulai 1 Juli 2026. Hal ini disebabkan oleh efek basis perbandingan dari harga rata-rata bulan Juni, di mana harga Pertamax masih sekitar Rp 12.000, sehingga rata-rata harga Juli tetap lebih tinggi. Pada kelompok transportasi, inflasi mencapai 0,52% dengan andil bensin sebesar 0,08%. Indonesia secara keseluruhan mengalami deflasi sebesar 0,14% pada Juli 2026, terutama dipicu oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,89%. Penurunan ini didorong oleh komoditas seperti bawang merah, cabai, dan telur. Sementara itu, kelompok transportasi dan pendidikan tetap mengalami inflasi masing-masing 0,52% dan 0,55%, dengan biaya pendidikan dan harga bensin sebagai faktor utama. Inflasi tahunan Indonesia masih tercatat di level 2,88%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.35
BPS: RI Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.11
BPS: Bulan Juli Deflasi 0,14%
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.04
Breaking News! RI Deflasi 0,14% pada Juli 2026
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 08.30
Inflasi di Jakarta Melonjak, Gegara Dua Komoditas Ini
Berita terkait
Sinyal Positif Ekonomi RI: Pengangguran Turun 24 Ribu Orang
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.35
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.30
BPS Catat Harga Beras Premium di Penggilingan Melonjak 10 Persen
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 05.45