Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Negara Kembar, Prabowo Sebut RI dan Rusia Justru Cocok Jadi Mitra Dagang

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki peluang besar untuk menjadi mitra dagang yang kuat karena kedua negara tidak bersaing dalam sumber daya yang sama. Dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Prabowo menjelaskan bahwa perbedaan keunggulan ekonomi kedua negara justru menciptakan peluang saling melengkapi. Rusia dikenal memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan teknologi tinggi, sementara Indonesia menawarkan komoditas perkebunan seperti minyak sawit, kopi, karet, perikanan, industri manufaktur, serta tenaga kerja muda yang besar. Dengan akses ke pasar ASEAN yang berisi 680 juta konsumen, Indonesia berpotensi menjadi pintu gerbang bagi ekspor Rusia ke kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga dua kali lipat dari tingkat terbaru. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$5 miliar, mengalami kenaikan 21,7 persen dibandingkan 2024, yang sebelumnya tumbuh 33,7 persen dari tahun sebelumnya. Prabowo menyatakan bahwa angka tersebut hanya titik awal, terutama dengan proyeksi masuknya Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) Free Trade Agreement pada awal 2027. Perjanjian tersebut diharapkan membuka peluang perdagangan yang jauh lebih luas antara kedua negara.

Di samping perdagangan komoditas, Prabowo juga mendorong pengembangan kerja sama strategis di bidang konektivitas, investasi, dan produksi. Upaya ini termasuk pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia untuk mempermudah arus barang, investasi, dan mobilitas masyarakat. Dengan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara, Indonesia siap berperan sebagai hub utama bagi ekspansi ekonomi Rusia di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama berbasis kepentingan nasional dan prinsip perdagangan yang adil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait