Bukan Sekadar Angka, Puan Minta APBN 2027 Fokus Sejahterakan Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324315/original/017873500_1786698674-Screenshot_2026-08-14_161001.jpg)
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna Masa Sidang I Tahun 2026-2027 menyampaikan penekanan utama terhadap RUU APBN 2027. Puan menekankan bahwa keberhasilan APBN tidak ditilax dari nominalnya, melainkan seberapa efektifnya dalam menjawab harapan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Anggaran negara telah meningkat drastis dari Rp 197 triliun pada 2000 menjadi Rp 3.842 triliun pada 2026, dengan proyeksi mencapai Rp 4.000 triliun untuk APBN 2027. Namun, Puan menyadari bahwa angka besar tersebut tidak bermakna jika tidak menyentuh kebutuhan mendasar seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan ekonomi rakyat. Ia menyerukan agar kebijakan fiskal tahun 2027 dengan tema 'Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat' dapat menyatukan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan dan keadilan sosial, serta menjangkau semua daerah tanpa terkecuali melalui program-program prioritas seperti kedaulahan pangan, kemandirian energi, dan penurunan kemiskinan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 20.05
Puan Ingatkan APBN 2027 Jangan Sekadar Besar, Harus Terasa bagi Rakyat
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.46
Puan Ajak Masyarakat Cermat Memilah Informasi: Kita Jaga Ruang Publik
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.40
Video: Puan Sebut APBN 2027 di Rp 4.000 THarus Sejahterahkan Rakyat
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.40
Video: Puan Sebut APBN 2027 di Rp 4.000 T Harus Sejahterahkan Rakyat
Berita terkait
APBN 2027 Nyaris Rp 4.000 T, Puan: Harus Dirasakan Rakyat Kecil!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.27
Puan Maharani Wanti-Wanti Pemerintah: Defisit APBN Jangan Bebani Generasi Mendatang
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.27
Disambut Puan, Prabowo-Gibran Tiba di DPR Jelang Penyampaian Nota Keuangan
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 14.29
Presiden PKS AMY: Rakyat Mengukur Pertumbuhan Ekonomi dari Harga Beras hingga Penghasilan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.47