Bukan Sekadar Debu, Ini Alasan Abu Vulkanik Bisa Paksa Bandara Ditutup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Gunung Anak Krakatau melepas abu vulkanik yang berpotensi menutup bandara karena partikel halusnya dapat terbawa angin ke jalur penerbangan. Berbeda dengan debu biasa, abu vulkanik terdiri dari material sangat halus yang sulit terdeteksi namun berisiko mengganggu kinerja mesin pesawat. Keputusan menutup bandara tidak hanya untuk menghindari gangguan penumpang, tetapi juga untuk menjaga keselamatan penerbangan. Partikel abu yang kecil dapat terbang jauh dari sumber letusan, sehingga pesawat tidak harus terbang tepat di atas gunung yang erupsi untuk terpapar. Arah dan kecepatan angin menjadi faktor kritis yang menentukan penyebaran abu ke wilayah lain, termasuk jalur penerbangan. Di balik penutupan bandara, ada pertimbangan serius mengenai bahaya abu vulkanik yang dapat masuk ke mesin pesawat dan menyebabkan kerusakan serius. Pemerintah telah menyiapkan lima bandara alternatif sebagai langkah mitigasi dampak erupsi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 18.20
2.961 Penerbangan dan 341 Ribu Penumpang Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.20
Penutupan 4 Bandara Diperpanjang hingga Pukul 18.00 Hari Ini
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 07.40
Penutupan 8 Bandara Diperpanjang hingga Pukul 09.00 Pagi Ini
Detik.com · 7 September 2026 pukul 05.55
Daftar Bandara yang Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
Seskab Teddy: Penerbangan Menuju Jakarta Dialihkan ke Kertajati
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 17.37
Menhub: Bandara Halim dan Soetta Masih Ditutup 4 Jam ke Depan Imbas Abu Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 16.06
6 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Anak Krakatau, Terbaru Husein Sastranegara
Detik.com · 6 September 2026 pukul 13.44
3 Bandara Tutup Gara-Gara Krakatau Meletus, Cek Jadwal Terbarunya
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 08.20