Bukan Tantang Cinema XXI dan CGV, PFN Didorong Putar Film Indie
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN berencana meluncurkan jaringan bioskop BUMN bernama Sinewara pada 2027. Menurut pengamat BUMN Toto Pranoto, Sinewara tidak sebaiknya bersaing langsung dengan bioskop besar seperti Cinema XXI dan CGV karena perbedaan sumber daya dan kapabilitas. Sebaliknya, Sinewara lebih baik fokus pada film indie dan menargetkan konsumen segmen menengah bawah dengan harga tiket yang lebih terjangkau. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, Toto menyarankan PFN juga mengembangkan bisnis F&B agar dapat cross-subsidi harga tiket yang murah.
Berdasarkan laporan keuangan PFN per 2024, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3,81 miliar, naik dibandingkan rugi bersih tahun sebelumnya sebesar Rp2,64 miliar. Pendapatan PFN turun dari Rp13,19 miliar pada 2023 ke Rp12,45 miliar pada 2024.
Di sisi lain, pengelola bioskop eksisting seperti Cinema XXI dan CGV Cinemas memiliki skala bisnis yang lebih kuat. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) yang mengelola Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun pada semester I 2026, meskipun turun 8,59% secara tahunan. Sementara PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang mengelola CGV Cinemas berhasil kembali profit pada 2025 dengan laba sebesar Rp60,84 miliar setelah mengalami kerugian sebesar Rp71,27 miliar pada 2024. Pendapatan BLTZ naik 7,69% (YoY) menjadi Rp1,26 triliun pada 2025.
Bagikan
Berita terkait
Kinerja PFN Lesu, Sinewara Siap Tantang Cinema XXI dan CGV?
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.42
BUMN Bakal Punya Bioskop Tahun Depan, Bernama Sinewara
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.50
Bioskop BUMN Sinewara Segera Hadir, Siap Ramaikan Persaingan Cinema XXI dan CGV
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.47
PFN Targetkan Bioskop Negara Sinewara Meluncur pada 2027
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 23.30