Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Buntut Keluhan Beras Mahal, Amran Turun Tangan Guyur Bantuan Pangan ke Alor

Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyalurkan bantuan pangan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tindakan ini dipicu oleh keluhan harga beras mahal, yang disampaikan oleh seorang mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor. Produksi lokal beras di Alor hanya mampu memenuhi sekitar 10% dari kebutuhan konsumsi tahunan sekitar 24-27 ribu ton, sehingga harga beras di wilayah pedalaman bisa mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram saat distribusi terhambat cuaca.

Bantuan diberikan kepada 37.338 penerima di Kabupaten Alor. Setiap penerima mendapatkan alokasi beras sebanyak 30 kilogram, yang merupakan jatah bantuan pangan selama tiga bulan. Penyaluran dilakukan oleh pemerintah pusat bersama Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan tidak menjadi alasan untuk tidak melayani. Ia menyatakan komitmen Bulog untuk memastikan pangan hadir dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil seperti Alor.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait