Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Menanti Keputusan The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa saham Asia bergerak variatif pada Rabu (16/9/2026) menjelang keputusan suku bunga Fed. Beberapa indeks menguat seperti NZX 50 Selandia Baru (+0,89%), KOSPI Korea Selatan (+0,45%), dan Taiwan Weighted Index (+0,44%). Namun, Hang Seng Hong Kong melemah (-0,08%), Nikkei 225 Jepang turun (-0,21%), dan FTSE Bursa Malaysia KLCI pelemahan terdalam (-1,11%). Di Wall Street, S&P 500 turun 0,5% setelah yield Treasury 10 tahun mencapai 5% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Yield Treasury 10 tahun turun menjadi 4,99% pada perdagangan Asia. Investor menantikan keputusan Fed yang diumumkan Kamis (17/9/2026) dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai 92,4%. Harga minyak Brent turun 0,6% menjadi US$108,08 per barel, tetap di atas US$100 akibat kekhawatiran konflik Timur Tengah. Pasar Indonesia akan dipengaruhi oleh fluktuasi bursa Asia, yield Treasury, harga minyak, dan kebijakan Fed.
Bagikan
Berita terkait
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 September 2026: Termurah Sentuh Level Segini
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 10.50
9 Seri Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 10.25
Surat Utang RI Diserbu Investor, Dana Segar Masuk Rp34 T
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 10.25
Indointernet Dapat Pinjaman Rp885 Miliar, Dananya untuk Data Center
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 10.19