Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank DBS Indonesia menilai risiko pembiayaan perusahaan otomotif yang masih berinvestasi di teknologi mesin pembakaran dalam (ICE) dengan memetakan komponen kendaraan berdasarkan penggunaannya. DBS membedakan komponen eksklusif ICE, eksklusif EV, maupun yang digunakan pada kedua jenis drivetrain seperti ban, AC, audio, dan sistem braking. Ello Hanson, Executive Director di DBS, menyatakan ICE dan EV akan coexist selama ini tergantung pola konsumsi massal yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik. Bank ini tidak memblokir pembiayaan perusahaan ICE secara mutlak, tetapi menerapkan kehati-hatian ekstra serta mendorong adaptasi melalui pemetaan komponen dan strategi reset untuk menentukan arah pembiayaan ke depan. Pasar ICE diperkirakan akan mengalami konsolidasi dengan pemain kuat yang bertahan.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Targetkan Groundbreaking MRT Barat-Timur Tahun Ini
kumparan · 16 September 2026 pukul 15.54
Suahasil sebut sudah siapkan anggaran antisipasi El Nino dalam APBN
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 15.53
Prabowo Happy Ekonomi Jakarta Meningkat: Perusahaan Bangkit-Investasi Naik
Detik.com · 16 September 2026 pukul 15.52
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.50