Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Bank DBS Indonesia menilai risiko pembiayaan perusahaan otomotif yang masih berinvestasi di teknologi mesin pembakaran dalam (ICE) dengan memetakan komponen kendaraan berdasarkan penggunaannya. DBS membedakan komponen eksklusif ICE, eksklusif EV, maupun yang digunakan pada kedua jenis drivetrain seperti ban, AC, audio, dan sistem braking. Ello Hanson, Executive Director di DBS, menyatakan ICE dan EV akan coexist selama ini tergantung pola konsumsi massal yang belum sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik. Bank ini tidak memblokir pembiayaan perusahaan ICE secara mutlak, tetapi menerapkan kehati-hatian ekstra serta mendorong adaptasi melalui pemetaan komponen dan strategi reset untuk menentukan arah pembiayaan ke depan. Pasar ICE diperkirakan akan mengalami konsolidasi dengan pemain kuat yang bertahan.

Berita terkait