Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Cek Rekomendasi Saham Hari Ini: ESSA, IATA, hingga COCO

IHSG mengakhiri perdagangan Senin (31/8) dengan penguatan 0,11% ke level 6.525,48, didorong oleh kenaikan saham BBRI (1,88%), ADRO (6,37%), dan EMAS (3,23%). Sebaliknya, BYAN turun 3,43%, AMMN melemah 1,81%, dan SRAJ terkoreksi 4,86%. Investor asing mencatatkan net sell Rp710,56 miliar di pasar reguler dan Rp434,25 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor, delapan sektor ditutup menguat, dengan Industrials naik 1,46% dan Healthcare melemah 1,66%.

Di pasar saham AS, Dow Jones turun 0,70% ke 53.185, S&P 500 terkoreksi 0,33% ke 7.686, dan Nasdaq melemah 0,12% ke 26.370. Tekanan jual investor asing setelah rebalancing MSCI Agustus 2026 juga terlihat pada CPIN dengan net sell Rp681,76 miliar di pasar reguler. Indeks MSCI Indonesia turun 3,74%, sementara ETF EIDO naik 0,55%.

PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan laba bersih Rp14,97 miliar pada semester I 2026, naik dari Rp2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih naik 5,37% secara tahunan menjadi Rp482,85 miliar, didukung oleh penurunan HPP dari 52% menjadi 49% dan meningkatnya margin laba kotor dari 48,0% menjadi 50,4%. PEHA juga menyiapkan produk serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk terapi dental yang ditargetkan diluncurkan pada kuartal IV 2026, dengan target ekspor ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja sebesar Rp5 miliar.

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) meresmikan cabang kedua di Surabaya Barat pada 29 Agustus 2026, dengan alokasi capex Rp5,8 miliar dan proyeksi payback period 28 bulan. Duas cabang KAQI di Surabaya diproyeksikan memberikan kontribusi hingga 10,50% terhadap pendapatan konsolidasi pada akhir 2026. KAQI juga menjajaki kerja sama B2B dengan bank pembangunan daerah di Jawa Timur untuk pengelolaan armada operasional EV.

PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan Penawaran Tender Sukarela atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) sebanyak 238,44 juta saham atau 4,94% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga Rp3.600 per saham dan nilai transaksi maksimal Rp858,39 miliar. Jika seluruh saham berhasil diperoleh, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat dari 80% menjadi 84,94%, sementara porsi saham publik akan menjadi 15,05%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait