Cerita Gen Z Buka Pabrik Tahu hingga Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah per Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasangan Gen Z Ragil (25) dan Tasya (23) mengembangkan bisnis produksi tahu di dekat Stasiun Cilebut, Bogor. Pabrik tersebut mengolah 300 hingga 400 kilogram kedelai per hari menjadi sekitar 18.000 potong tahu. Berbeda dengan pola bisnis orang tuanya yang menjual ke pasar, Ragil memilih menjual langsung ke konsumen untuk menghindari keterikatan modal. Strategi ini memungkinkan perputasi uang yang lebih lancar dan harga yang kompetitif. Bisnis baru berusia satu tahun, namun popularitasnya meningkat pesat setelah memanfaatkan TikTok dengan akun @tahugen.z. Pembeli bahkan datang dari kota seperti Medan. Toko di pabrik dibuka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB dan menjual berbagai produk olahan kedelai seperti tahu kuning, tahu putih, oncom, tempe, dan tahu Sumedang. Harga tahu ditetapkan mulai dari Rp 700 per potong hingga Rp 12.000 untuk tempe besar. Omzet harian dicatat mencapai Rp 10 hingga Rp 18 juta, yang berarti potensi omzet bulanan mencapai sekitar Rp 400 juta. Namun angka tersebut belum menggambarkan keuntungan bersih setelah dikurangi biaya produksi dan operasional.
Bagikan
Berita terkait
PAN Dukung Sekolah Rakyat: Anak Muda RI Harus Jadi Pelaku Perubahan Dunia
Detik.com · 18 September 2026 pukul 22.39
Lima Tahun BCA Digital, DPK Tumbuh 20 Persen Ditopang Gen Z dan Milenial
kumparan · 16 September 2026 pukul 21.03
Surabaya Jadi Tuan Rumah Hari Batik, Sasar Gen Z Jadi Pasar Baru
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 20.22
Basis Pengguna blu by BCA Digital Terus Melonjak, Gen Z dan Milenial Mendominasi
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 19.49