Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi Hingga Jadi Konglomerat RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada tahun 1975, Sudono Salim atau Liem Sioe Liong bertemu dengan Mochtar Riady dalam penerbangan ke Hong Kong. Riady ingin membangun bank baru, sementara Salim mencari pengelola untuk bank-banknya, termasuk BCA. Mereka bekerja sama, dan di bawah kepemimpinan Riady, BCA berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an. Keputusan Salim untuk memilih Riady didasarkan pada petunjuk peramal di Gunung Kawi, yang ia kunjungi secara rutin hingga tiga hingga lima kali setahun untuk meminta nasihat spiritual sebelum keputusan bisnis besar. Salim sangat percaya pada ramalan dan feng shui, seperti pada 1968 saat ia memilih ruangan sempit untuk kantor Gang of Four berdasarkan feng shui yang baik, yang mendukung kesuksesan usaha mereka. Keyakinan spiritual ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kerajaan bisnis Salim menjadi konglomerat besar di Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Bintang/Sofyan ke 16 besar voli pantai sebagai juara Pul C
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 13.21
Di Majelis Umum PBB, Indonesia Tegaskan Berdiri Bersama Rakyat Palestina
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 13.09
MUI Apresiasi Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 12.56
Klasemen Asian Games 2026: Indonesia Sudah Kumpulkan 23 Medali, Posisi Berapa?
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 12.38