Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Curhat Peserta: 'Digantung' Puluhan Lamaran Kerja, Menyelang dengan Magang Nasional

Banyak lulusan baru perguruan tinggi mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, sehingga mengandalkan Program Magang Nasional untuk mengisi waktu dan membangun pengalaman. Windy Nur Aini, alumni Universitas Bengkulu, mencoba melamar hingga 30 perusahaan, namun hanya lima yang memanggil untuk wawancara, dan tidak ada tawaran kerja. Akhirnya, ia diterima dalam Magang Nasional Angkatan 2 Batch II setelah sebelumnya gagal pada batch pertama. Windy saat ini sedang magang di Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Ketenagakerjaan. Acel, alumnus Perbanas Institute Jakarta, juga mengalami hal serupa. Ia mengirimkan ratusan lamaran kerja dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, namun hanya sedikit yang memanggil untuk wargere, dan sebagian besar akhirnya 'dihalang-halangi' atau tidak mendapatkan tanggapan. Acel berhasil masuk ke Magang Nasional Angkatan 2 Batch II dan berharap dapat lowongan kerja setelah magang selesai. Kedua peserta berharap sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diberikan selama magang dapat meningkatkan nilai CV dan portofolio mereka di mata perekrut. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pemerintah terus meningkatkan kualitas program ini, termasuk pengetatan syarat perusahaan penyedia magang dan seleksi peserta yang lebih ketat, agar manfaatnya lebih optimal bagi peserta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait